Cara Mendapatkan Akreditasi ISO 17025 untuk Laboratorium: Panduan Lengkap Sampai Lulus Akreditasi

Pendahuluan: Banyak Laboratorium Ingin Akreditasi, Tapi Tidak Tahu Harus Mulai dari Mana

Banyak laboratorium pengujian maupun kalibrasi menyadari bahwa akreditasi ISO 17025 sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan pelanggan dan memperkuat reputasi lembaga.

Namun pada kenyataannya, banyak laboratorium menghadapi berbagai kendala ketika ingin mendapatkan akreditasi tersebut.

Beberapa masalah yang sering muncul antara lain:

  • Tidak memahami tahapan akreditasi ISO 17025
  • Tidak memiliki dokumen sistem manajemen mutu yang lengkap
  • Tidak siap menghadapi audit akreditasi
  • Tidak memahami persyaratan teknis yang diminta oleh asesor

Akibatnya, proses akreditasi sering menjadi lebih lama, bahkan tidak jarang laboratorium gagal pada tahap audit.

Jika Anda ingin memahami dasar standar ini terlebih dahulu, Anda dapat membaca artikel utama kami:

➡️ ISO 17025 Laboratorium: Panduan Lengkap Dari Nol Sampai Lulus Akreditasi

Artikel tersebut menjelaskan secara lengkap mengenai konsep dasar ISO 17025 serta manfaatnya bagi laboratorium.


Mengapa Akreditasi ISO 17025 Sangat Penting?

Akreditasi ISO 17025 menunjukkan bahwa sebuah laboratorium telah memenuhi standar internasional dalam hal:

  • kompetensi teknis
  • sistem manajemen mutu
  • validitas hasil pengujian
  • keandalan metode pengujian atau kalibrasi

Laboratorium yang telah mendapatkan akreditasi ISO 17025 biasanya memiliki beberapa keuntungan, antara lain:

✔ meningkatkan kepercayaan pelanggan
✔ memperluas peluang kerja sama dengan industri
✔ meningkatkan kredibilitas hasil pengujian
✔ menjadi syarat mengikuti berbagai proyek pemerintah dan industri

Karena alasan tersebut, semakin banyak laboratorium yang mulai menerapkan sistem manajemen mutu ISO 17025.


Tahapan Cara Mendapatkan Akreditasi ISO 17025

Secara umum, proses mendapatkan akreditasi ISO 17025 dapat dibagi menjadi beberapa tahapan utama.


1. Memahami Persyaratan ISO 17025

Langkah pertama adalah memahami isi standar ISO 17025 secara menyeluruh.

Standar ini terdiri dari beberapa bagian utama, yaitu:

  • persyaratan umum
  • persyaratan struktural
  • persyaratan sumber daya
  • persyaratan proses
  • persyaratan sistem manajemen

Memahami struktur ini sangat penting karena akan menjadi dasar dalam penyusunan dokumen dan sistem kerja laboratorium.


2. Menyusun Sistem Manajemen Mutu Laboratorium

Setelah memahami standar, langkah berikutnya adalah membangun sistem manajemen mutu laboratorium.

Hal ini meliputi:

  • kebijakan mutu
  • prosedur kerja
  • instruksi kerja
  • formulir dan rekaman

Struktur dokumen tersebut biasanya mengikuti beberapa level dokumen.

Jika Anda ingin memahami struktur dokumen secara lebih detail, Anda dapat membaca artikel berikut:

➡️ Struktur Dokumen ISO 17025 yang Benar untuk Laboratorium


3. Menyiapkan Dokumen ISO 17025

Dokumen merupakan bagian yang sangat penting dalam implementasi ISO 17025.

Beberapa dokumen utama yang harus tersedia antara lain:

  • manual mutu
  • prosedur sistem
  • SOP pengujian
  • formulir rekaman
  • program audit internal
  • program pelatihan personel

Untuk mengetahui daftar lengkap dokumen yang diperlukan, Anda dapat membaca artikel berikut:

➡️ Daftar Dokumen ISO 17025 yang Wajib Ada


4. Melakukan Implementasi Sistem

Setelah dokumen disusun, langkah berikutnya adalah menerapkan sistem tersebut dalam kegiatan operasional laboratorium.

Pada tahap ini seluruh personel laboratorium harus:

  • memahami prosedur kerja
  • menggunakan formulir yang telah disusun
  • mencatat seluruh kegiatan pengujian atau kalibrasi

Implementasi sistem biasanya membutuhkan waktu beberapa bulan agar seluruh proses berjalan secara konsisten.

Untuk memudahkan proses ini, Anda juga dapat menggunakan panduan berikut:

➡️ Checklist Lengkap Implementasi ISO 17025 Laboratorium


5. Melakukan Audit Internal

Audit internal bertujuan untuk memastikan bahwa sistem manajemen mutu telah diterapkan dengan benar.

Audit ini biasanya dilakukan oleh auditor internal yang telah dilatih sebelumnya.

Beberapa hal yang diperiksa dalam audit internal antara lain:

  • kesesuaian prosedur
  • kelengkapan rekaman
  • kompetensi personel
  • kondisi peralatan

Hasil audit internal akan digunakan untuk melakukan tindakan perbaikan sebelum audit eksternal dilakukan.


6. Melakukan Tinjauan Manajemen

Setelah audit internal dilakukan, manajemen laboratorium harus melakukan rapat tinjauan manajemen.

Tujuan dari tinjauan manajemen adalah:

  • mengevaluasi efektivitas sistem mutu
  • meninjau hasil audit internal
  • mengevaluasi kinerja laboratorium
  • menentukan perbaikan yang diperlukan

Tinjauan manajemen merupakan salah satu persyaratan penting dalam ISO 17025.


7. Mengajukan Permohonan Akreditasi

Setelah sistem berjalan dengan baik, laboratorium dapat mengajukan permohonan akreditasi kepada lembaga akreditasi.

Di Indonesia, lembaga yang berwenang melakukan akreditasi laboratorium adalah Komite Akreditasi Nasional (KAN).

Pada tahap ini laboratorium harus mengirimkan beberapa dokumen seperti:

  • manual mutu
  • daftar metode pengujian
  • daftar peralatan
  • struktur organisasi laboratorium
  • dokumen sistem mutu

8. Proses Audit Akreditasi

Setelah permohonan diterima, lembaga akreditasi akan melakukan audit terhadap laboratorium.

Audit ini biasanya terdiri dari dua tahap:

audit dokumen

pemeriksaan kesesuaian dokumen dengan standar ISO 17025

audit lapangan

pemeriksaan langsung kegiatan laboratorium

Pada tahap ini asesor akan menilai beberapa aspek penting seperti:

  • kompetensi analis
  • keakuratan metode pengujian
  • kondisi peralatan laboratorium
  • sistem pencatatan hasil pengujian

Jika Anda ingin mempersiapkan audit dengan baik, Anda dapat membaca panduan berikut:

➡️ Persiapan Audit ISO 17025 Agar Lulus Tanpa Temuan


Contoh Kasus Implementasi ISO 17025

Sebuah laboratorium pengujian makanan ingin mendapatkan akreditasi ISO 17025 untuk meningkatkan kepercayaan pelanggan.

Namun laboratorium tersebut menghadapi beberapa masalah:

  • dokumen sistem mutu belum lengkap
  • tidak memiliki SOP pengujian yang standar
  • tidak pernah melakukan audit internal

Setelah melakukan perbaikan sistem selama beberapa bulan, laboratorium tersebut berhasil:

  • menyusun seluruh dokumen ISO 17025
  • melakukan audit internal secara berkala
  • memperbaiki prosedur pengujian

Pada akhirnya laboratorium tersebut berhasil lulus akreditasi ISO 17025 tanpa temuan mayor.


Tips Agar Lulus Akreditasi ISO 17025

Beberapa tips penting agar proses akreditasi berjalan lebih lancar antara lain:

✔ pahami seluruh persyaratan ISO 17025
✔ siapkan dokumen sistem mutu secara lengkap
✔ lakukan audit internal secara rutin
✔ pastikan seluruh personel memahami prosedur kerja
✔ lakukan simulasi audit sebelum akreditasi

Dengan persiapan yang baik, peluang untuk lulus akreditasi akan menjadi jauh lebih besar.


Kesimpulan

Akreditasi ISO 17025 merupakan langkah penting bagi laboratorium untuk meningkatkan kredibilitas dan kualitas hasil pengujian.

Proses mendapatkan akreditasi ini memang membutuhkan persiapan yang cukup matang, mulai dari penyusunan dokumen hingga pelaksanaan audit.

Namun dengan memahami tahapan yang benar, proses akreditasi dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien.

Jika Anda membutuhkan template dokumen ISO 17025 siap pakai, dokumen tersebut dapat diperoleh melalui:

Shopee Tokoyudipedia
atau
lynk.id/solusiisoproduktivitas

Template tersebut dapat membantu mempercepat proses implementasi sistem manajemen mutu laboratorium.